Rossi 'Menodong' Big Bos MotoGP: Benarkan Kata Saya Soal Konspirasi

Rossi 'Menodong' Big Bos MotoGP: Benarkan Kata Saya Soal Konspirasi

Ada yang menarik saat pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi tengah diwawancai usai perhelatan MotoGP seri terkahir di Valencia, Minggu (8/11/2015).

Rossi yang finis di posisi empat itu secara disambangi CEO MotoGP dan Dorna selaku penyelenggara balapan,Carmelo Ezpelatta.

Sang bos rupanya ingin menyalami VR46 yang tampil fantastis pada balapan itu. Rossi memang sukses melewati 22 pebalap saat memulai lomba dari grid paling belakang. Tak dinyana, reaksi Rossi langsung menunjukkan antusiasme. Terlihat keduanya memang terlihat akrab.

Rossi tak canggung langsung menodong sang big bos dengan pertanyaan, “Bukankah sudah saya bilang sejak Kamis? Saya sudah bilang ke kamu, bukan?“.

Rupanya Rossi juga sudah mengungkapkan soal dugaan adanya konspirasi ke Carmelo Ezpelatta. Dugaan konspirasi pada balapan MotoGP itu menurut Rossi melibatkan sang juara dunia Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Apa reaksi sang big bos atas todongan pertanyaan Rossi? Carmelo Ezpelatta terlihat menunjukkan gestur menghindar. Ia terlihat tak berani menatap mata Valentino Rossi.

Rossi kemudian mendekati Carmelo Ezpelatta, secara serius ia lalu mengajak sang big bos untuk bicara lebih serius soal dugaan konspirasi ini. “Saya temui kamu nanti di motorhome saya, kita bicara panjang-lebar di sana,” kata Valentino Rossi.

‘Lorenzo dibantu pebalap lain’


Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menilai Jorge Lorenzopantas menjadi juara dunia MotoGP 2015. Namun, ia menilai keberhasilan Lorenzo tak lepas dari bantuan Marc Marquez.

Honda menunjukkan kerja keras yang luar biasa, ya? Saya tahu semua akan berakhir seperti ini. Saya tampil bagus di Sirkuit Motegi (Jepang). Dalam kondisi normal, saya butuh 18 poin tambahan untuk menang,” kata Rossi.

Namun, sesuatu yang aneh terjadi di Australia. Marquez menjadi pengawal Lorenzo dan sesuatu yang tidak diharapkan terjadi. Hal ini sangat memalukan,” ujar Rossi, yang menilai Marquez membantu Lorenzo di GP Australia.

Pada kesempatan yang sama, Rossi kembali melontarkan pernyataan mengejutkan. Ia meyakini bahwa beberapa bulan ke depan semua akan memahami makna di balik perlakuan Marquez kepada Lorenzo.

Jorge pantas menjadi juara dunia, tetapi ini bukan kemenangan yang sesungguhnya karena sesuatu yang salah terjadi di sini. Lorenzo tidak akan bisa bahagia,” tutur pebalap 36 tahun itu menambahkan.

Pernyataan Trio Spanyol


Lorenzo mampu melewati perolehan poin akhir Valentino Rossi setelah meraih urutan pertama di GP Valencia Spanyol. Setelah balapan, Lorenzo berkata bukan hal mudah menjadi juara tahun ini. “Ini salah satu balapan paling berat,” kata Jorge Lorenzo yang dikutip akun resmi twitter Moto GP, Minggu malam.

Tekanan dan tensi balapan ini sungguh tinggi sejak tikungan pertama,” kata Lorenzo.

Sementara Marc Marquez, pebalap Honda, rekan satu negeraJorge Lorenzo yang menempati peringkat kedua balapan di GP Valencia harus puas dengan poin 242 akhir klasemen.

Marquez yang ‘berkonflik’ dengan Valentino Rossi usai insiden senggolan di GP Sepang Malaysia tak ketinggalan angkat suara.

Namun Marquez lebih melihat ke masa depan. “Kami akan mencoba bertarung untuk gelar (juara) musim depan,” kata Marc Marquez. Adapun Dani Pedrosa, pebalap Honda yang meraih posisi 3 di GP Valencia, hanya mengumpulkan poin 206. Dani Pedrosa yang juga asal Spanyol menempati peringkat 4 di klasemen akhir Moto GP 2015. Pada balapan di Valencia, Pedrosa memerlihatkan tekanan tinggi pada Lorenzo dan Marquez.

Sepanjang balapan Pedrosa menguntit di posisi 3 di belakang Lorenzo dan Marquez. Bahkan di akhir balapan, Pedrosa sempat saling menyalip dengan Marquez. “Saya selalu menekan, karena mereka tahu betapa ini berat bagi saya. Saya selalu berusaha untuk menang,” ujar Dani Pedrosa.


0 Response to "Rossi 'Menodong' Big Bos MotoGP: Benarkan Kata Saya Soal Konspirasi"